Postingan

Ice Breaking dalam Pembelajaran

Menurut Dryden & Vos (2000) belajar akan efektif bila proses pembelajaran dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan (joyfull learning). Ada beberapa hal yang mendukung efektivitas hasil belajar siswa diantaranya siswa belajar dalam kondisi senang, guru menggunakan berbagai variasi metode dan teknik, menggunakan media belajar menarik dan menantang, penyesuaian dengan konteks, pola induktif, dan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Ice breaking dalam pembelajaran, perkuliahan, atau pelatihan sangat membantu dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan. Caranya dapat secara integratif atau secara khusus diberikan dalam sela atau jeda dalam proses pembelajaran. Berikut beberapa contohnya: Harta benda dalam dompet/tas Minta peserta memilih dua benda yang mereka bawa di dompet atau tas mereka yang penting bagi mereka. Minta masing-masing peserta untuk menjelaskan kenapa itu penting. Yang Menarik dari Saya… (1) Minta peserta mengenalkan dirinya, memberikan nama mereka dan...

Diklat Sertifikasi Guru yang Tidak Lulus Penilaian Portofolio

Pendidikan dan latihan profesional guru (PLPG) adalah suatu program yang diperuntuk bagi guru yang belum lulus di dalam sertifikasi melalui penilaian portofolio. Seperti halnya dengan PLPG tahun 2006 dan 2007, PLPG tahun 2008 direncanakan selama 90 jam atau sembilan hari. Jadwal pelaksanaan ditentukan oleh Rayon LPTK penyelenggara. Materi PLPG mencakup materi umum tentang kebijakan pengembangan profesionalisme guru, pendalaman materi pelajaran yang belum dikuasai oleh sebagian besar peserta, pendalaman tentang pembelajaran inovatif, penilaian, penelitian tindakan kelas (PTK), penulisan karya ilmiah serta kegiatan peer teaching. Pada pelaksanaan PLPG peserta di kelompok ke dalam kelompok guru SD, guru BK, Guru TK, atau guru Mapel yang relevan. Setiap kelompok dibagi lagi ke dalam sub kelompok yang beranggautakan paling banyak 10 orang dan diharapkan mereka saling mengenal dan saling melakukan penilaian. Penilaian di dalam PLPG meliputi tes tertulis dari bahan modul yang diberikan dan d...

Pendidikan Profesi dalam Sertifikasi Guru

Pendidikan profesi adalah pendidikan formal yang harus ditempuh oleh calon guru setelah program sarjana (S1). Pendidikan profesi ini ada dua macam, yaitu pendidikan profesi bagi calon guru dan pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan. 1. Pendidikan Profesi Bagi Calon Guru Pendidikan profesi bagi calon guru dapat berasal dari LPTK Pendidikan maupun Non-LPTK (non-dik). Pendidikan profesi ini dilaksanakan oleh LPTK yang terakreditasi baik dan ditunjuk oleh pemerintah. Namun demikian pemerintah yang mengendali berapa banyak mahasiswa yang dapat diterima, pemerintah juga membuat panduan untuk menyusun kurikulum sehingga maksud untuk mendapatkan guru yang profesional dapat tercapai. Karena sumber masukan program beragam, pada awal program ini akan dilakukan tes bekal awal yang berguna sebagai dasar untuk penempatan mahasiswa dan penentuan berapa sks yang harus ditempuh. Proses pendidikan pada pendididkan profesi mestinya akan lebih banyak memberi penekanan pada pembentukkan kemampuan profe...

Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Pembelajaran berdasarkan masalah telah dikenal sejak zaman John Dewey, yang sekarang ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. 1. Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123). Menurut Arends (1997), pembelajaran berdasarkan masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan ketramp...

Pembelajaran Generatif (MPG)

1. Pengertian Pembelajaran Generatif Pembelajaran Generatif (PG) merupakan terjemahan dari Generative Learning (GL). Menurut Osborno dan Wittrock dalam Katu (1995.b:1), pembelajaran generatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki mahasiswa sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala yang terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka panjang. 2. Landasan Teoritik dan Empirik Pembelajaran Generatif Pembelajaran generatif memiliki landasan teoritik yang berakar pada teori-teori belajar konstruktivis mengenai belajar dan pembelajaran. Butir-butir penting dari pandangan belajar menurut teori konstruktivis ini menurut Nur (2000:2-15) dan Katu (1995.a: 1-2), diantaranya adalah : a. Menekankan bahwa perubahan kognitif han...

Mengoptimalkan Hasil Belajar Kognitif dengan Strategi Belajar

Untuk mengoptimalkan ketuntasan belajar, siswa perlu dibekali dengan berbagai kemampuan strategi belajar. Guru dapat mengubah teori-teori kognitif dan pemrosesan informasi menjadi strategi-strategi belajar khas. Beberapa strategi belajar yang dimaksud adalah strategi mengulang, strategi elaborasi, strategi organisasi, strategi metakognitif. 1. Strategi Mengulang Agar terjadi pembelajaran, pebelajar harus melakukan tindakan pada informasi baru dan menghubungkan informasi baru tersebut dengan pengetahuan awal. Strategi yang digunakan untuk proses pengkodean ini disebut strategi mengulang (rehearsal dan mengulang kompleks (complex rehearsal) Strategi mengulang yang paling sederhana, yaitu sekedar mengulang dengan keras atau dengan pelan informasi yang ingin kita hafal disebut strategi mengulang sederhana, misalnya digunakan untuk menghafal nomor telepon dan arah ke satu tempat tertentu dalam jangka waktu pendek. Seorang pebelajar tidak dapat mengingat seluruh kata atau ide dalam sebuah bu...

Tahapan Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Pembelajaran penemuan terbimbing dikembangkan berdasarkan pandangan kognitif tentang pembelajaran dan prinsip-prinsip konstruktivis. Menurut prinsip ini siswa dilatih dan didorong untuk dapat belajar secara mandiri. Dengan kata lain, belajar secara konstruktivis lebih menekankan belajar berpusat pada siswa sedangkan peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep atau prinsip untuk diri mereka sendiri bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan kelas. Konstruktivis adalah salah satu pilar dari Contextual Teaching and Learning, dimana siswa diharapkan membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pada pengalaman awal dan pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar bermakna. Pembelajaran penemuan terbimbing mempunyai kesamaan dengan pembelajaran berdasarkan masalah dan inquiri yang juga penerapannya berdasarkan teori konstruktivis, maka penemuan terbimbing termasuk salah satu pembelajaran yang...